Zaman memang susah dimengerti. Di saat banyak model sepatu dengan bahan-bahan bagus dan cantik-cantik, masyarakat malah memilih ‘Sepatu Transparan’ bak Cinderella dengan sepatu kaca-nya. Perbedaaanya adalah dari segi bahan, dan jumlah ‘lubang ventilasi’nya. Contohnya 5 mahasiswi di gambar ini: Hehehe, kaki saya termasuk di dalamnya lhoo… coba saja tebak yang mana. Oke, sekarang pertanyaannya, kenapa para wanita muda sekarang sering ditemukan mengenakan sepatu-sepatu ini? Mungkin saya bisa memaparkan jawabannya: Yah, begitu lah kira-kira kenapa cewek2 jaman sekarang suka sepatu2 seperti itu. Tapi di samping semua kelebihan yang telah saya paparkan, sepatu ini justru memiliki satu kelemahan fatal: “Tidak bisa menjalankan fungsi utama nya sebagai sepatu.” Kenapa? Saking nyamannya jadi serasa nggak pake sepatu sama sekali. Coba saja menginjak kerikil, pasti sakitnya bukan main. Apalagi kalau nggak sengaja menginjak paku? Wassalam… Hehehe, saya cukup salut dengan kreativitas anak bangsa untuk model sepatu yang satu ini. Bisa membuat sesuatu yang menjadi trend itu merupakan satu hal yang luar biasa. Mungkin kelak sepatu2 transparan ini perlu dipatenkan. Sebelum dicuri hak ciptanya oleh orang lain. Hohoho… Dulu saya anti memakai sepatu yang ke-cewek2-an. Tapi saya pikir, nggak ada salahnya mencoba. Dan meskipun sekarang saya merasa nyaman dengan sepatu transparan ini, saya tetap lebih menyukai sepatu kets. Sepatu kets bermerk Sketchers milik saya yang sudah buluk, mau sejelek apapun rupanya, tetap sepatu itu adalah sepatu kesayangan dan kebanggaan saya. Meskipun sudah berubah warna dari putih menjadi abu-abu. Saya juga bingung kenapa warnanya jadi seperti itu, padahal dulu ia gagah sekali. Mau saya cuci kayak apapun, warnanya nggak mau balik seperti semula lagi. Berkali-kali saya berpikir untuk mengganti yang baru. Tapi kenapa susah sekali menemukan yang nyantol di hati. Si jelek itu memang tak tergantikan. Hihihih…

