Posted by: Ruth on: February 8, 2008
Pukul enam pagi. Angga keluar dari kamarnya menuju beranda, dan menghirup udara pagi yang segar namun menyakitkan. Jiwanya sudah tidak tinggal di sana lagi. Hanya ada tatapan kosong dan ribuan kesedihan yang mengoyak jantungnya perlahan tapi pasti.
Kertas lusuh yang basah oleh air mata tergenggam erat di tangan kanannya. Angga membukanya kembali, dan membacanya untuk ke [...]
Kata Mereka...