Wew, akhirnya bisa posting lagi. Sekarang dengan template baru… gmana? bagus nggak?
Yang baca: “biasa aja tuuh…”
*dhhuaagg*
Yah, saya udah agak bosen dengan template yang lama, meski nggak banyak pilihan di wordpress, akhirnya saya memilih yang ini. Lumayan, ada foto saya di samping kanan. Foto setelah berat badan saya turun 20 kilo tentunyaa… *wooghh*
Seminggu ini saya dibikin pusing oleh banyak hal. Pertama, tagihan air di kosan yang bengkak gila-gilaan sampe 1,2 jutaaaa!!! 
Bikin saya mesti bolak-balik ke PDAM buat ngurusin masalah yang ternyata gara-gara meteran air kosan yang bocor. Bukan sok penting looh, tapi emang sejak 3 bulan yang lalu, saya lah yang diberi ‘kehormatan’ (well… more like ‘unfortunity’) untuk mengurus bayaran air dan listrik di kosan tercinta.
Untungnya masalah terkendali dan tagihan sudah kembali normal. Tetep aja saya tekor karena harus ‘nombokin’ uang air dan listrik. Kenapa? Biasanya sebelum saya bayar, saya menagih uang ke tiap penghuni kosan dahulu.
Trus sekarang? Siapa yang bisa saya tagih? Wong kosan kosooooong melompoooong… hanya ada diriku dan sang Bibi yang setia menemani. Pada liburan kali yaa… Duuuh, enaknya yang liburan… kira-kira mereka inget saya nggak yaaa??
Sedih rasanya ketika saya lewat papan pengumuman di kosan, di mana di sana terpampang tulisan tangan saya (yang saya sudah saya tempel sejak sebukan lalu) yang jelas-jelas mengatakan:
“Teman-teman… liburan kan udah mau tiba nih. Saya ngerti kalian pasti akan pulang ke rumah masing-masing, tapi please sebelum meninggalkan kosan, tolong titipkan uang air + listrik ke Bibi. Dimohon kesadarannya yaa…”
Saya mencoba menjalankan tanggung jawab saya sebaik-baiknya dengan datang ke Bandung demi mengurus biaya air dan listrik, jadi saya berangkat dari Jakarta hari Minggu lalu. Betapa sakitnya hati saya mendengar laporan dari Bibi bahwa BELUM ADA SATUPUN YANG MENITIPKAN UANG PADANYA!!!

Shock… Stress… Bingung… campur aduk semuanya. Sesaat mikir pengen bunuh diri 
Shock karena nggak nyangka temen-temen kosan setega itu.
Stress karena saya nggak bisa lama-lama di Bandung dan harus segera pulang karena di Jakarta adik saya sendirian di rumah.
Bingung memikirkan saya mesti bayar listrik dan air pakai apa?
Akhirnya… karena sudah kepepet dan saya benar-benar harus segera pulang ke Jakarta, saya pun menelpon Ayah untuk meminjam uang sementara sampai saya selesai menagih uang bayaran listrik ke seluruh penghuni kosan. Untungnya Ayah saya mengerti dan dia juga sama khawatirnya dengan saya membayangkan Adik saya yang ditinggal seorang diri di rumah.
Masalah selesai dan saya sudah siap pulang hari Rabu. Yeeeeaahhh!!! 
Lagi-lagi, saya ketimpa sial. Entah kenapa hari itu semua travel sepertinya bermasalah dengan armada mereka sehingga SEMUA keberangkatan sore dibatalkan!!!
Kacaaaauu… Mana saya udah mengucapkan salam perpisahan dengan si Bibi, pake cipika cipiki segala lagi… Trus balik lagi ke kosan dengan muka cemberut… Dan si Bibi Cuma bengong liat saya balik…
Keesokan harinya saya langsung memesan keberangkatan pagi dan… well, I’m back in Jakarta now!!
Lima sms masuk dari temen-teman kosan yang menanyakan hal yang sama:
“Yut, udah bayar listrik belum?”
Nggak ada satupun yang saya bales. Emangnya saya pembantu apa??? 
Kalau cuma itu yang mereka pedulikan, buat apa nanya ke saya? Tanya aja ke PLN langsung!! Bener-bener nggak habis pikir. Emang sih saya angkatan termuda di antara anak-anak kosan, tapi apa itu menjadikan saya “ORANG YANG BISA DIKERJAIN”???
Phew… (tarik napaaaaasssss…..) 
Ok. Sebenernya inti utama postingan saya bukan itu. Seminggu ini, ada tiga orang yang sukses bikin saya menangis!!! (well, kecuali 14 anak-anak kosan yang sangat kejam padaku)
Tiga orang itu adalaaaahhhh….
jreng-jreng-jreng!!!!!!!!!!!!!!!! 

*pingsaaaannn*
*matiii*
*naek ke surga* 
Read the rest of this entry →