RSS Feed

Tag Archives: ITB

Sindrom Mahasiswa Sedikit Agak Tua

Posted on

Tuh kan saya balik lagi dengan postingan baru… Heheheheheee…

Blogging oh yeah jeng gonjreng cihuuuyyy!!!

Komitmen harus dijalankan!!! Itu nazar saya untuk tahun terakhir (mudah-mudahan) saya kuliah.

Looooohhhh??? Iyuth udah tingkat akhir tooohh???

Hehehehe, iya dooong… Nggak terasa (boong banget, cuih cuih) saya udah tingkat 4 di institusi neraka ini (baca: ITB). Sebagai mahasiswa angkatan 2006, saya banyak berteman baik dengan senior-senior saya di angkatan 2005 dan 2004. Tapi satu persatu mereka mulai meninggalkan saya dengan kelulusan mereka dari ITB.

Mulai dari Didit, Helmi, Ganjar, Aiti, Andhika, Odhe, Edwin, Oky, Gigin, dan masih banyak lagi. Kalau ngebayangin kelulusan mereka, ada rasa sedih, ada rasa senang dan bangga, dan ada juga rasa iri. Apalagi melihat masih banyak lagi yang bakal menyusul sebentar lagi dan sedang sibuk menyiapkan sidang… hiks hiks hiks!!!

Seakan nggak percaya kelak mereka semua meninggalkan saya sedih banget rasanyaaaaa!!!!!

Satu hari pernah saya melihat kakak-kakak saya angkatan 2005 berkumpul di kampus memakai kemeja rapih dan yang pria memakai dasi. Mereka sengaja janjian memakai pakaian tersebut untuk berfoto angkatan terakhir kalinya sebelum mereka berpisah setelah lulus dari ITB. Saat itu saya yang melihatnya tanpa sadar menangis (jeng jeng jeng!!!). Saya yang melihat ular pun nggak akan nangis barang setetes pun malah nangis hanya dengan melihat pemandangan kakak-kakak senior saya memakai pakaian rapi.

Iyuth lebay banget deeeehhh…

Mungkin juga, waktu itu saya memang sedih tapi nggak nyangka juga bakal sampai nangis. Hehehehe… Well it’s not like crying is a bad thing, right? I have nothing to be ashamed about. Coz I do love my seniors like I love my old brothers and sisters.

Dan sekarang… Saya mulai dihantui pemikiran-pemikiran tipikal mahasiswa tingkat akhir.

Saya bakal TA apa?

Mau punya dosen pembimbing seperti apa?

Mengejar lulus kapan?

Untuk pertanyaan ke-dua dan ke-tiga, mungkin saya sudah punya jawaban nya. Ada seorang dosen yang memang sudah saya bayangkan bakal jadi dosen pembimbing TA saya kelak. Dan kalau soal lulus kapan, jelas saya ingin tahun depan sudah lulus. Tapi untuk pertanyaan pertama saya masih punya tanda tanya besaaaarr!!!

Saya pernah minta izin melihat judul-judul TA senior-senior saya terdahulu. Melihat judul TA nya saja saya sudah jiper. Judul berupa satu kalimat yang hampir tak satupun kata penyusun nya bisa saya mengerti. Bagaimana saya bisa ngebayangin diri saya sendiri mengerjakan tugas akhir.

Mau TA apa sih, yuth??? Masih nggak jelas. Satu hal yang saya tahu persis adalah saya mau Tugas Akhir saya tentang seismic (yang nggak tahu seismic itu apa silahkan hubungi saya di “0888-nyambungnyakapankapan”). Tapi seismic yang seperti apa saya masih belum tahu. Pokoknya doa saya sekarang, “Ya Tuhan, semoga saya dapat dibimbing sama dosen yang saya inginkan.”

Saya sudah tetapkan ingin dibimbing oleh siapa dan saya akan berusaha supaya bisa dibimbing oleh Beliau apapun caranya!!! Karena kumisnya menggelitik hatiku… (wooogh serem gini, heheheheheee).

Pokoknya pembaca ku tersayang dan tercakep sejagat raya, doakan saya yang bakal memulai perjuangan untuk keluar dari institusi neraka ini yaaa… I know it’s a long and slippery road ahead but I’ll try my best to walk it through. For my loving parents, my thoughtful friends, and all the people I love more than myself.

Adios mi amigos!!! ^^

P.S.: Inggris – Kroasia = 5 – 1!!!!! Nyahahahahahaa,,, nggak akan seperti tahun lalu di mana saya nggak semangat nonton euro coz England was absent, we hooligans will cheer next year coz England will rule Word Cup 2010!!! Hahahahahaaa… Luv luv John Terry till the end of the world…

Bye all…

Semester Lima, Saya Gila!!!

Posted on

Kacau… baru sebulan nggak update blog, saya dah mulai gaptek. Saya sempet nggak ngenalin blog saya sendiri… Hahahaha.

Adakah yang rindu padaku? *nggak adaaaa….*

…….

hiksss…

Yah, sebagai pembuka liburan singkat saya di Jakarta ini, saya mau cerita-cerita mengenai kejadian-kejadian parah selama sebulan kemarin… Hari Senin saya harus balik ke Bandung lagi, hiks.

Hmmm, pertama cerita apa yaaa? Oiya, semester ini saya mengambil 22 sks lhooo. Mengincar lulus cepat dan gelar minor Geologi. Hehehe… ini nih kuliah-kuliah yang saya ambil, kalo bahasanya rada aneh-aneh maklum saja lah ya, Geophysicist gitu looohh…

  1. Geostatistik (3 sks)
  2. Mekanika Kerak Bumi (2 sks)
  3. Geologi Struktur (3 sks)
  4. Petrologi (3 sks)
  5. Termodinamika Kerak Bumi & Fluida (3 sks)
  6. Seismologi (3 sks)
  7. Elektronika Geofisisika (3 sks)
  8. Analisa Sinyal Geofisika (2 sks)

Jadi satu semester kedepan ini saya bakal dibikin gila dengan 8 mata kuliah ini plus 5 praktikum!!! Sekali lagi, 5 praktikum!!! Dosen saya aja geleng-geleng dengernya, hehe… Tapi apa boleh buat lah, selama bisa ambil sks lebih, kenapa nggak dimanfaatin? Ya nggak? *nggaaaaakkk….*

Read the rest of this entry

Ciri-ciri Anak Stress

Posted on

Nggak tahu kenapa yaa, saya merasa cara pikir saya (dan beberapa teman-teman saya) itu seperti berubah sejak kami menjadi mahasiswa. Mungkin karena suasana kuliah yang bikin kami stress, atau ketidak-seimbangan kinerja otak kanan dan otak kiri kah?

Ada satu contoh nyata kenapa saya bisa menulis post ini:

———————————————————–

Suatu hari di kost teman, saya berencana membuat tugas untuk dikumpulkan esok harinya. Saat itu saya telat dan memang teman-teman saya yang lain sudah hampir selesai mengerjakan tugas tersebut. Saya lantas mendatangi mereka dan terjadilah percakapan ini:

Saya: Sorry, Tine telat… Udah selesai tugas lo?

Christine: Udah dong.

Sheila: Gampang kok sebenernya.. Ciyeeh, bisa sob gitu. (Note: inilah bahasa anak-anak jaman sekarang. SOB=SOk Betul)

Christine: Tapi grafiknya belom. Gue ma Sheila juga bingung dari tadi, gimana cara bikinnya.

Saya: Emang mau kayak apa sih grafiknya?

Sheila geleng-geleng kepala.

Christine: Ya grafik biasa. Cuman gue bingung bikinnya. Ini gue dah baca-baca buku kalkulus lagi tapi masih bingung juga.

Saya lantas bingung. Karena saya nggak percaya untuk mata kuliah yang mempelajari Metode Numerik, yang sebagian besar berinteraksi dengan program komputer, masih menggunakan cara-cara analitik seperti yang dipelajari saat mata kuliah Kalkulus. Jadi saya lontarkanlah pertanyaan ini pada mereka,

Saya: Emang pake Excel nggak bisa?

Dan hening sodara-sodara… Unbelievable saya bilang. Padahal itu cuma pertanyaan basa-basi yang saya pikir, “ngapain juga gue nanya, pasti mereka buka buku Kalkulus karena gak bisa dibikin pake Excel”. Teman saya yang bernama Sheila dan Christine ini saling liat-liatan dan pasang wajah macam tokoh kartun waktu bilang “hah?”

Saya: Udah dicoba pake Excel belom? (saya jelas nanya lagi untuk memastikan)

Christine: Eh?,,, Belom. Hehehehe… Emangnya bisa ya?

Saya: Ya ampuunn… Selama ini kita bikin grafik buat tugas-tugas pake apa emangnya?

Sheila: Iya ya… Kok kita nggak kepikiran ya?

Sheila dan Christine pun liat-liatan lagi dan keduanya pun tertawa sendiri. Saya hanya bengong ngeliatin mereka.

Christine: (masih sambil ketawa) Gue pikir grafiknya yang kayak dulu itu lho, Yut. Yang pake titik stasioner, titik maks global, lokal, gitu… Nggak yaa?

Saya: Hhhh… Yaelah, Tine… kita idup di jaman kapan emangnya?

Mereka berdua pun ketawa-ketawa lagi. Akhirnya saya menawarkan diri membuatkan grafik tersebut dengan menggunakan software topcer Microsoft Office Excel yang sebenarnya lebih bermanfaat dari Buku Kalkulus. Hehehe.

———————————————————–

Dari contoh kedua teman saya itu, saya menarik kesimpulan bahwa kebanyakan mahasiswa stress jaman sekarang cenderung melihat suatu masalah dari cara yang sulit. Mungkin ini cara berpikir yang dibentuk berkat tahun-tahun di kampus yang dicekoki dengan pelajaran yang memaksa mereka berpikir ke arah yang sulit.

Atau ada alasan-alasan lain yang belum saya ketahui saat post ini dipublikasikan? Saya tidak tahu. Yang jelas kejadian-kejadian lucu seperti di atas kerap kali terjadi di kehidupan saya. Karena saya pun, meski nggak pinter-pinter amat, seringkali memikirkan jawaban-jawaban yang sulit padahal sebenarnya masalahnya sepele.

Yah… itu pendapat saya sih. Ada yang mau berkomentar?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.