Posted by: Ruth on: January 29, 2008
Raungan alarm sialan itu mengawali hariku. Balutan piyama tipis yang kukenakan adalah satu-satunya pelindung tubuhku dari dingin fajar. Aku terbangun, dan menyadari bahwa itu adalah fajar terakhirku di Bandung untuk lima hari ke depan. Sore itu, adalah hari yang kunantikan sejak ajakan sahabatku untuk berlibur.
Hari itu aku terlalu bersemangat, bahkan aku sudah mengepak seluruh barang-barangku, [...]
Kata Mereka...