Back Again…
Saat saya menulis ini, adalah kali ke empat saya duduk di komputer nomor 6 warnet Kartika di Simpang Dago. Duh, saya jadi geli sendiri. Setiap saya mampir ke warnet Kartika, komputer nomor 6 ini selalu kosong. Sebelumnya malah komputer ini satu-satu nya yang kosong ketika saya datang. Beberapa menit yang lalu ketika saya datang, ada 3 komputer kosong, salah satunya adalah komputer nomor 6 ini. Yah, merasa bahwa komputer ini setia menunggu saya, akhirnya saya pun memilih untuk kembali menggunakannya. Rasanya nyaman, seperti bertemu teman lama. Hehehe…
Ingat ketika saya menggambarkan betapa bahagianya bisa membantu orang lain? Nah… saat ini saya berkomitmen akan membantu teman-teman saya dalam akademiknya. Beberapa teman saya (bahkan salah satunya adalah teman baik saya) kebetulan memiliki masalah akademik dimana mereka belum lulus Tahap Tahun Pertama di ITB. Saya sendiri baru lulus semester lalu, dan bisa dibilang saya nggak jago-jago amat.
Saya senang melihat antusiasme teman-teman untuk membantu orang-orang berkasus ini, dan itu menggerakkan hati saya untuk ikut andil. Akhirnya, dengan berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk menjadi salah satu Tutor untuk mata kuliah Fisika Dasar.
Nekat? Mungkin orang-orang terdekat saya bakal beranggapan seperti ini. Mengingat rekor Fisika Dasar saya yang biasa2 saja. Saya mengulang fisika dasar 1 di semester 3 karena mendapat E di semester satu. Dan setelah mengulang pun hanya bisa dapat C. Semester 2, saya cukup senang karena mendapat nilai B untuk mata kuliah Fisika Dasar 2. Nah, berbekal itu semua lah saya akhirnya memutuskan untuk men-tutor (plus kenekatan dan niat).
Harapan saya cuma satu, saya mau berguna untuk sahabat saya. Apalagi ketika membayangkan jika saya ada di posisi mereka. Fisika itu tidak mudah, saya tahu, dan saya juga sudah lupa dengan pelajaran tersebut. Tapi saya pikir, “Nggak ada ruginya kalo saya ikutan belajar sekalian men-tutor”. Jadi ketika saya memutuskan bersedia untuk menjadi tutor fisika, saya juga bersedia untuk mempelajari kembali pelajaran yang sudah lama saya tinggal.
Wah, bayangkan. Baru memulai saja sudah sesenang ini. Apalagi kalau sudah selesai nanti, dan melihat teman-teman saya berhasil lulus TPB? Membayangkannya saja membuat saya semangat. Hehehe… Semua itu bisa tercapai saat saya dan teman2 TERRA 2006 mengadakan Forum Silaturahmi Minggu malam lalu. Di mana kami berkumpul sekali lagi di Base Camp yang lama tak kami kunjungi, untuk saling mengeluarkan isi hati masing-masing.
Hhh… akhirnya saya merasakan kembali kebersamaan yang sudah lama hilang di TERRA (himpunan tercinta). Setelah semalaman mengeluarkan rasa nggak enak di hati, saling curhat, lalu di akhiri dengan saling berangkulan, bersalaman, meminta maaf, dan lantunan Hymne TERRA dari jiwa-jiwa TERRA 2006 yang rindu akan kebersamaan, saya pun bisa tersenyum lega dan menempuh hari-hari saya dengan semangat dan jiwa yang baru.
Saya benar-benar terharu dan nyaris menitikkan air mata saat Hymne TERRA dinyanyikan. Karena liriknya sangat menggambarkan suasana hari itu. Bahkan rasa haru saya malam itu melebihi saat pertama kali saya bisa menyebut diri saya TERRA. Begini bunyinya:
Hari ini kita berjanji
Satukan cita ‘tuk bersama
Menggapai angan dan harapan
Dalam erat persaudaraan
Meski tak mudah ‘tuk diwujudkan
Tapi kita pantang menyerah
Dalam TERRA kebanggaan kita
‘Kan diwujudkan semua cita
Masa depan ‘kan dijelang
Di dalam kebersamaan
Dengan s’mangat juang kita
TERRA ‘kan tetap jaya…
Begitulah acara kami diakhiri dengan senyum dan tawa yang lebih tulus dari sebelumnya. Kelak tak ada lagi yang menganggap dirinya tidak penting, atau lebih penting dari yang lain. Semua kata-kata yang keluar, tidak hanya ditujukan untuk orang lain, melainkan juga untuk diri sendiri. Dan meskipun rangkulan kami telah terlepas ketika acara berakhir, benang sebenarnya yang mengikatkan kami tidak akan pernah terputus.
Hasta La Vista…

