RSS Feed

Tag Archives: cerita

Semester Lima, Saya Gila!!!

Posted on

Kacau… baru sebulan nggak update blog, saya dah mulai gaptek. Saya sempet nggak ngenalin blog saya sendiri… Hahahaha.

Adakah yang rindu padaku? *nggak adaaaa….*

…….

hiksss…

Yah, sebagai pembuka liburan singkat saya di Jakarta ini, saya mau cerita-cerita mengenai kejadian-kejadian parah selama sebulan kemarin… Hari Senin saya harus balik ke Bandung lagi, hiks.

Hmmm, pertama cerita apa yaaa? Oiya, semester ini saya mengambil 22 sks lhooo. Mengincar lulus cepat dan gelar minor Geologi. Hehehe… ini nih kuliah-kuliah yang saya ambil, kalo bahasanya rada aneh-aneh maklum saja lah ya, Geophysicist gitu looohh…

  1. Geostatistik (3 sks)
  2. Mekanika Kerak Bumi (2 sks)
  3. Geologi Struktur (3 sks)
  4. Petrologi (3 sks)
  5. Termodinamika Kerak Bumi & Fluida (3 sks)
  6. Seismologi (3 sks)
  7. Elektronika Geofisisika (3 sks)
  8. Analisa Sinyal Geofisika (2 sks)

Jadi satu semester kedepan ini saya bakal dibikin gila dengan 8 mata kuliah ini plus 5 praktikum!!! Sekali lagi, 5 praktikum!!! Dosen saya aja geleng-geleng dengernya, hehe… Tapi apa boleh buat lah, selama bisa ambil sks lebih, kenapa nggak dimanfaatin? Ya nggak? *nggaaaaakkk….*

Read the rest of this entry

Mereka Bilang: “Welcome to the club”

Posted on

Hahaha… Akhirnya, hari ini angka satu yang selalu menemani saya sebagai digit pertama dari umur saya telah angkat kaki. Dan sebagai gantinya, datanglah si angka dua diikuti angka 0 di belakangnya.

Beuh, ribet banget sihh.

Simple nya yaa… hari ini saya menginjak satu dekade baru dalam kehidupan saya. Simpelnya lagi, hari ini saya resmi masuk geng kepala dua. Lebih simpelnya lagi, hari ini saya berulang tahun ke dua puluh.

Jika membayangkan 20 tahun yang sudah saya lewatkan, ada rasa menyesal dan ada juga rasa syukur. Dulu saya sering bilang, “Andai waktu bisa berulang…”, dan kadang sampai sekarang pun kalimat itu masih sering terlontar keluar. Tapi seiring berjalannya waktu, saya mulai belajar banyak hal dari orang-orang di sekitar saya. Belajar bagaimana mensyukuri apa yang saya dapatkan sekarang, belajar memahami perasaan orang, belajar bekerja keras untuk mengejar cita-cita, dan segala hal-hal indah sekaligus pahit yang ditawarkan dunia ini. Dan dari semua pelajaran yang telah saya dapatkan itu, kali ini saya hanya ingin mengatakan satu hal pada satu Orang saja:

“Terima kasih, Tuhan”

Dia, yang telah memberikan saya dua puluh tahun yang begitu indah dengan rancangan-Nya, yang dengan kasih setia-Nya selalu menolong saya di waktu kesesakan, dan yang telinga-Nya selalu terpasang dan menjawab doa-doa saya.

Saya bersyukur memiliki orang tua dan keluarga yang begitu mencintai saya. Saya bersyukur diberi Tuhan sahabat-sahabat yang begitu baik. Saya bersyukur Tuhan mengajari saya bagaimana mengasihi. Dan saya bersyukur atas kasih karunia Tuhan yang begitu besar dan tak pernah berhenti mengalir dalam hidup saya.

Waaahh… seakan sudah tidak ada lagi yang saya sesali dalam hidup saya ini. Saya selalu mencoba melewati setiap hari dengan senyum, dan saya akan terus melakukannya.

Jadi, sekarang saya siap menghadapi tantangan baru dalam hidup saya. Kelak tidak ada lagi kalimat “Andai waktu bisa berulang” dalam kamus saya, karena penyesalan itu hanyalah sebuah batu sandungan yang menghalangi jalan saya ke depan. Selama manusia selalu melihat ke belakang, ia tidak akan tahu jalan lain yang lebih lapang di depannya.

Hari ini saya rindu membaca Alkitab dan menemukan ayat ini:

Sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya , kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”

Yakobus 4: 14-15

Semoga saya bisa menerapkannya dalam hidup saya. Kan ada pepatah: “Rencanakanlah hidupmu seakan kau akan hidup seabad lamanya, tapi hiduplah seakan kau hanya hidup satu hari”.

Sebagai penutup post pertama di usia saya yang ke-duapuluh ini, saya ingin menyapa teman-teman terkasih…

Orang-orang yang kusayangi, serta bahu kanan tempat ku bersandar,

Di tengah lelahku mengejar Sang Mimpi

Sengsara kian datang dan menyapa

Waktu pun singgah duduk bersama

Si gadis pemimpi nan letih ini

Jalan ini berkelok dan berduri

Hingga aku tak sanggup lagi berdiri

Namun si pemimpi ini tidak sendiri

Jauh di depan sana

Aku yakin dan percaya

Mereka berdiri dan menanti

Hingga akhirnya meraih tangan ini

Ruth C.B.

Terima kasih, sahabat-sahabatku.

Salah Tingkah Beli Kondom

Posted on

Baru-baru ini dibangun Indomart di daerah kosan saya, Cisitu. Saya bersyukur sekali ada indomart dekat kost, jadinya saya nggak perlu pusing lagi kalau tiba-tiba shampo atau peralatan mandi lainnya habis, saya tinggal ngacir ke sana dehh. Habisnya warung-warung sekitar cuma jual makanan kecil, tak bisa diandalkan.

Kemarin, saya ‘mencicipi’ belanja di sana untuk yang pertama kalinya. Indomart di Cisitu besar dan rapih (mungkin karena masih baru kali yaa). Dan pengalaman pertama saya belanja di sana cukup berkesan.

Jadi kemarin malam, saya belanja susu kotak, indomie, dan snack. Sebenarnya belanjanya sebentar, tapi antrian di kasir cukup panjang jadi saya harus sabar menunggu. Meskipun panjang, tapi untungnya rata-rata pengunjung hanya membeli snack-snack kecil yang jumlahnya tidak banyak (dasar anak kost, pasti belinya yang nggak penting). Saya juga sebenarnya beli snack untuk teman nonton bola Milan – Inter. Tapi meskipun ngantrinya tidak terlalu lama, tetap saja saya emosi kalau diserobot. Jadi waktu giliran saya transaksi di kasir, datanglah pria ini entah dari mana memotong kegiatan transaksi saya yang baru mau dimulai. Saya udah siap kata-kata mau negur orang itu, tapi saya diam seketika melihat APA yang dibelinya…

Yup, pria itu membeli kotak kecil berwarna putih bertuliskan “Durex” (a.k.a kondom).

Lucunya, pria ini tampak risih sendiri. Waktu diminta uangnya sama kasir (F.Y.I harganya 11 ribu :) ), mas-mas ini ngasih uangnya tapi matanya ke mana-mana. Dia sama sekali nggak ngeliat petugas kasir selama transaksi. Dan waktu barang “K” itu sudah di tangannya, dengan sigap dia langsung memasukkannya ke dalam saku celana.

Lalu saya mulai berpikir, “itu orang nyerobot gara-gara salah tingkah, malu, apa udah nggak tahan?”

Waduh, ternyata ada juga buruknya dibangun Indomart di sana. Masalahnya mayoritas orang-orang yang tinggal di Cisitu adalah mahasiswa yang nge-kost. Agak bahaya juga kalau menurut saya.

Hihihi, tapi saya lucu membayangkan ekspresi cowok itu waktu transaksi. Dalam hati saya bilang, “Kok clingak-clinguk, Mas?” Hehehe. Apa semua orang yang beli that ‘K’ thing itu bakal salah tingkah?

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.