Akhirnyaa.. setelah bertahun-tahun meredam, keluar juga kekuatan oranye yang entah selama ini menghilang kemana. Selamat datang kembali, Dutches.
Pertandingan berawal cukup panas di 12 menit pertama saat Itali mulai menusuk pertahanan Belanda. Tapi kesempatan justru diraih Belanda dengan pola 4-2-3-1 lewat sontekan Ruud Van Nistelrooij, sayang gelandang Real Madrid itu gagal mencetak gol dari umpan manis Kuyt.
Makin panas di menit ke 26, dimana Van Nistelrooy akhirnya berhasil menembus gawang Buffon lewat gol kontroversial. Bola Nistelrooy mendarat manis di gawang Azzuri dari posisi yang dianggap off-side. Namun bendera tetap turun, ada satu pemain Itali yang tergeletak di belakang garis gawang, dan gol ini pun tetap dihitung. Toni pun harus menerima kartu kuning karena protes berlebihan (hehehe…)
Gol pertama ini seakan menambah semangat tim oranye. Di menit ke 31 Belanda kembali menambah keunggulan lewat gol Weasley Sneijder yang hari itu berulang tahun ke 24. Gol yang menurut saya merupakan gol terbaik pada pertandingan ini adalah hasil kerjasama yang baik antara Van Bronckhorst, Kuyt, dan Sneijder.
Skor 2-0 bertahan hingga peluit berbunyi tanda akhir babak pertama. Belanda berada di atas angin.
Di babak kedua Itali mulai memperbaiki pola permainan. Dimulai dari masuknya Fabio Grosso menggantikan Materazzi. Namun sepertinya kekuatan Belanda masih belum bisa dibendung Azzuri.
Masuknya Del Piero mulai membawa perubahan pada permainan. Beberapa menit setelah masuk, Del Piero langsung mengetes kiper Belanda lewat tendangan keras yang dari ujung kotak penalti. Namun usaha ini digagalkan sang kiper, Van der Saar menjatuhkan diri dan mengamankan si kulit bundar dari gawangnya.
Satu lagi peluang Italia yang gagal memperkecil ketinggalan, Fabio Grosso meluncurkan tendangan keras dari kotak penalti namun berhasil ditepis Edwin Van der Saar. Bola muntahan ini pun dengan sigap disapu bek Belanda.
Di menit ke 79 Belanda menambah skor lewat gol persembahan Van Bronckhorst. Bola muntah dari Buffon berhasil diterima kembali oleh Kuyt, dan lewat satu umpan silang pun berakhir di gawang Itali lewat sundulan Gio Van Bronckhorst.
Pada menit ke 82 Belanda nyaris mencetak gol keempat lewat kaki pemain pengganti Ibrahim Affellay. Lolos di sisi kiri Italia, tendangan keras Affellay tipis di atas gawang Buffon.
Pertandingan pun berakhir dan Belanda membuktikan ke’superior’annya di Stade de Suisse Wankdorf, Bern. Hasil ini membuatnya menjadi peringkat pertama sementara grup C dengan 3 poin, di atas Prancis dan Rumania yang berakhir seri di pertandingan pertama Grup C.
Ternyata nasehat-nasehat pemain senior yang membuat Van Basten memasang pola 4-2-3-1 membawa keberuntungan bagi tim oranye ini. Terbukti Belanda berhasil melancarkan serangan-serangan yang tak mampu dibendung bek Itali, bahkan counter attack Belanda pun berhasil menambah gol ke tiga bagi negri kincir angin ini.
Namun seseorang yang patut jadi perhatian adalah Man of The Match malam ini, Edwin Van der Saar. Kiper 37 tahun ini tampaknya masih memiliki Dewi Fortuna yang sudah ada bersamanya sejak malam final Liga Champion. Van der Saar bermain sangat baik dan berhasil menghentikan tendangan-tendangan mematikan dari algojo Itali. Dengan penampilannya yang seperti ini, saya rasa bukan hal yang mustahil ia bisa clean sheet hingga ajang Euro 2008 berakhir.
Hahaha… saya senang Belanda menang. Memang sih dulu saya pernah bilang kalau saya menjagokan Itali. Tapi itu berdasarkan beberapa penilaian teknis mengingat rekor Belanda yang selama 20 tahun tidak pernah menang melawan Itali. Kalau soal hati sih, saya lebih senang Belanda daripada Itali. Nggak tahu kenapa ya, saya nggak pernah suka Itali. Menurut saya cara permainan mereka kasar. Lihat saja Materazzi yang selalu bikin ulah, hihihi.
Sekali lagi selamat buat Belanda. Akhirnya performa layaknya mantan juara dunia keluar juga. Gitu dooong… Masa nunggu Van der Saar mau pensiun dulu baru panas? Hehehe…
Waah, kalau Belanda terus bermain sehebat ini, bisa-bisa saya pindah haluan nih. Tapi jangan dulu ahh… toh Jerman juga main bagus kemarin. Saya lihat keadaan dulu… Hahaha.
Sekian laporan pertandingan Euro 2008 dari saya (ceileehh,,, gayanya kayak reporter). Enak juga kali yaa jadi reporter bola. Bisa curi-curi masuk ruang ganti pemain nggak yaaa?? Ahahaha… Asik juga tuh.
Adios ^^