Posted by: Ruth on: July 8, 2008
Mulai sekarang saya akan menulis postingan berseri bertajuk “Inspiring People”. Untuk seri pertama ini, saya akan mempersembahkannya untuk seorang wanita yang luar biasa.
Meet Jacqueline Saburido:
Wanita cantik yang akrab dipanggil Jacqui ini lahir tanggal 20 Desember 1978 di Caracas, Venezuela.
Jacqui adalah anak satu-satunya dari pasangan Rosalia dan Amadeo dan setelah kedua orangtuanya bercerai, ia tinggal dengan sang Ayah.
Jacqui kuliah di jurusan Teknik dan berharap suatu saat bisa meneruskan usaha AC ayahnya. Namun pada tahun 1999, Jacqui mengalami kesulitan dalam studinya dan memutuskan untuk beristirahat.
Ia pun pindah ke Texas untuk mempelajari Bahasa Inggris pada tahun 1999.
Jacqui lived a good live. Ia cantik, pintar, dan sangat disayangi sahabat-sahabatnya.
Namun segalanya berubah saat sebuah kecelakaan di bulan September 1999 merenggut semuanya darinya.
Jacqui dan teman-temannya menghadiri sebuah pesta ulang tahun di dekat Austin, Texas. Dan setelah beberapa jam bersenang-senang, ia dan teman-temannya pun memutuskan untuk pulang. Jacqui dan sahabat-sahabatnya, Laura Guerrero, Johan Daal dan Johanna Gil menerima antaran seorang teman sekelas mereka, Natalia Chpytchak Bennett, dengan mobil.
Sementara itu, Reginald Stephey,yang akrab disapa Reggie, seorang atlet football berumur 17 tahun sedang dalam perjalanan pulang setelah pesta yang melibatkan alkohol dengan teman-temannya. Reggie yang dalam keadaan mabuk dan SUV nya menabrak kendaraan yang mengangkut Jacqui dkk. Guerrero dan Bennett tewas seketika. Gil dan Daal mengalami luka-luka namun tidak parah.
(Mobil yang ditumpangi Jacqui dan teman-temannya hancur dan habis terbakar)
Kaki Jacqui tertahan di bawah dashboard sehingga ia tidak bisa keluar dari mobil. Ia pun terperangkap di dalam mobil yang mulai terbakar. Dua orang paramedik datang mencoba menyelamatkan Jacqui. Mereka mencoba memadamkan api pada mobil dengan Jacqui di dalamnya, namun api kembali memakan mobil itu.
Jacqui masih hidup, salah seorang paramedik itu mendengar teriakan Jacqui dari dalam mobil. Sebuah teriakan yang begitu menyakitkan sampai McIntosh, sang paramedik, berdoa agar Tuhan segera mengambilnya saja agar segala penderitaan Jacqui terhenti.
Jacqui terbakar selama hampir satu menit sampai akhirnya mobil pemadam kebakaran datang dan menghentikan kobaran api. Sebanyak 60% dari tubuh Jacqui mengalami luka bakar, namun ia selamat.
This is her, after the accident:
Seluruh jarinya terbakar. Jacqui kehilangan rambutnya, telinga, hidung, bibir, kelopak mata kirinya, dan sebagian besar penglihatannya. Dia telah melewati lebih dari 50 operasi sejak kecelakaan itu, termasuk transplantasi kornea, dan ia masih akan melalui banyak operasi lagi.
(Jacqui dan kedekatannya dengan sang Ayah, Amadeo. Ibu Jacqui, Rosalia, belakangan diketahui menderita kanker)
This is Reggie, the drunk driver, survived the accident with no bruises at all. Years after the accident, he still couldn’t forgive himself for what he had done to Jacqui.
Reggie dikenakan tuduhan “Vehicular Manslaughter” dan divonis 7 tahun penjara serta denda sebesar $20,000.
Setelah kejadian, dalam keadaan mabuk dan setengah sadar ia menelpon 911. Suaranya parau dan panik. Dia mencoba memanggil seseorang dari dalam mobil Jacqui namun tidak ada jawaban.
Saat itulah Reggie sadar, dia telah melakukan suatu kesalahan yang amat besar.
Alasan mengapa saya memilih Jacqui sebagai one of my Inspiring People? Watch this video of her appearance in Oprah Winfrey Show, and you’ll know why…
Just like what Oprah said. She’s the true example of Inner Beauty. Bayangkan… setelah semua yang ia alami ia masih dapat tersenyum. Ia hanya membiarkan dirinya menangis selama 5 menit setiap harinya dan ia tidak pernah berhenti menyampaikan pesan untuk tidak menyetir dalam keadaan mabuk. Ia memakai tragedi dalam hidupnya sebagai contoh untuk semua orang.
Tidak semua korban kecelakaan mobil akibat pengemudi yang mabuk berakhir dengan kematian.
Cerita seorang Jacqueline Saburido ini benar-benar menyentuh hati saya. Sebagai seorang wanita, saya tahu betapa pentingnya wajah bagi seseorang. Namun semangat hidup seorang Jacqui mengalahkan semua itu…
bersyukur selalu dengan apa yang dah kita punya, Tuhan selalu punya rencana yang indah.. ^^
bersykur selalu..enk tuh lagunya
she so wonderfull….
duuh sedih ih .. kasian banget yah .. duh yang nabrak aja sampe sedih gitu bener2 ga bisa maavin dirinya .. hebat deh orang yang terus berjuang ga pernah putus asa hohoo ^^
setuju tuuh sama om firdaus .
’sebuah… ciptaan, pasti diambil kembali, cuma ngga tau kapan. Itu masalahnya. Siap-ngga siap, harus dikumpulkan’ .
beruntunglah kita2 yang masih punya tubuh lengkap .
Salut untuk Jacqui… Bisa memaafkan orang yang sudah membuat dia seperti itu. Sedangkan kita? Lah, gara2 hal sepele aja bisa ribut ampe bertahun2.
yah amppuunnn…
sedih banget ceritanya. Gw ga kebayang de kalo itu gw,
gw jadi lebih bersyukur atas apa yang sudah menjadi milikku selama ini,
posting an lo keren.
inspiring personku ya ortu laah…
duh, kasihan tuh Jacqui…
Huff…
Apa gw juga punya semangat hidup kayak gitu ya???
![]()
kalo berkaca sendiri, jadinya sadar kalo gw masih harus belajar dan belajar lagi
maaf… gw gak kuat liatnya…. jadi gak sempet baca semua… maaf…
ngens banget mbacanya… hmmmm… tabah banget dia…semoga dia bisa menjalani hisupnya dengan kebahhagiaan…
addduhhhh ngenes banget bacanya…
masih ada orang kaya gitu…bisa maafin orang yg bikin dia kaya gitu, dan nerima dirinya yg sekarang…
…bener2 inspiriiiiing!!!
sampe terharu nonton videonya ;(
tabah banget tuh orang,,,,,,,,,,,,,mau menerinma dirinya yg skarang ini yach,,,,,,,,slamat buat elo dari Timor leste.
Jesus!
quel courage no comment!
pensée amicale de france.
she is so so beautiful…
July 9, 2008 at 1:50 am
Huhuy.. NUMERO UNO.. alias.. pertamaxx, alias Minyaxx tanahxx
Jacqueline Saburido… ya gw udah nonton juga di tipi, tentang dia.
Malah pelajaran yg gw ambil, betapa, sebuah… ciptaan, pasti diambil kembali, cuma ngga tau kapan. Itu masalahnya. Siap-ngga siap, harus dikumpulkan.
“Just like what Oprah said. She’s the true example of Inner Beauty.”, Sayangnya, kata-kata itu.. seperti penyesalan ya ruth..