Saya akhirnya mencicipi comlabs lagi setelah sekian lamanya tidak mengunjungi tempat ini. So, sekarang, di komputer nomor 24, saya punya uneg-uneg lagi yang mau saya tumpahin lagi di ‘cangkir’ ini…
“Wah, bagus banget nih… Saya bisa nggak ya bikin yang kayak gini?”
Pertanyaan itu selalu terpikirkan setiap kali saya melihat suatu karya orang lain yang bikin saya gregetan.
Entah itu kejelekan atau justru kelebihan saya, tapi setiap kali saya melihat hasil karya orang lain, hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah agar saya juga bisa membuat karya yang seperti itu dengan cara saya sendiri. Contohnya:
Ketika saya browsing gambar-gambar Anime atau Manga, saya menemukan satu bagian khusus yang dinamakan “Coloring”. Di mana gambar-gambar di halaman komik di ‘warnai’ sehingga gambar yang tadinya hanya hitam putih menjadi lebih bagus dan penuh warna. Saya melihat banyak karya “Coloring” orang lain sehingga saya pun nggak sabar pengen membuat satu juga. Sehingga jadilah gambar ini. Saya merubah potongan halaman komik
Awalnya hanya potongan kecil dari halaman Manga. Tapi saya jadi keasyikan lalu membuat yang lebih besar lagi…


Sampai akhirnya saya mewarnai satu halaman penuh, adegan favorit saya: Luffy Ngupil!!!
Wehehe… ternyata seru juga, saya pikir. Oiya, saya itu penggemar berat cerita One Piece, jadi jangan heran kalau semua “Coloring” yang saya buat adalah dari manga tersebut. Saya berniat mewarnai setiap halaman komik yang berisi adegan-adegan favorit saya.
Tapi saya itu orangnya cepat bosan. Jadi saya sudah nggak pernah lagi melakukan “Coloring” setelah menyelesaikan gambar-gambar di atas.
Contoh berikutnya, ketika saya sedang doyan-doyannya mendonlot skin untuk hp Motorola saya, saya jadi kepingin membuat skin sendiri. Jadi saya donlot program untuk membuat skin dan program-program lain yang berhubungan dengannya, lalu memulai project membuat skin Motorola untuk hp V3i saya. Akhirnya, jadilah, jreng-jreng-jreng…
Butuh waktu sebulan saya menyelesaikan skin ini. Karena proses membuat skin itu sangat rumit, ada ratusan detail-detail yang harus diatur, bahkan gambar terkecil seperti icon sinyal juga harus diatur. Akhirnya, lagi-lagi saya bosan dan nggak pernah mencoba membuat skin lagi sejak itu. Tapi saya berniat membuat satu skin lagi suatu saat, karena saya mendapat ide untuk tema skin selanjutnya. Tunggu saja yaa… Hohoho.
Masih banyak contoh lain dari keisengan saya:
1. Ketika saya buka-buka youtube dan menemukan Music Video buatan orang, saya jadi tergerak membuat satu. Maka jadilah satu Fanmade Music Video buatan saya, yang pertama dan yang terakhir. Sayangnya saya tidak bisa menampilkannya di blog krn ukurannya yang 20 Mb.
2. Kegilaan saya pada game RPG sempat bikin saya mengurung diri di kamar selama 2 minggu penuh dengan Play Station saya. Apa yang saya lakukan? Saya membuat walkthrough game Suikoden 2 yang jauh lebih komplit dari walkthrough yang saya temukan di website2 game. Sampai akhirnya saya sadar, saya lebih suka menikmati alur game itu sendiri, bukan menuliskannya.
Bentuk-bentuk keisengan saya yang lain, tidak bisa saya tuliskan satu persatu. Saya sendiri nggak menganggap semua itu sebagai satu kelebihan.
Kenapa?
Saya terlalu kepingin melakukan banyak hal sehingga jarang saya bisa mahir dalam melakukan satu hal tertentu. Begitu banyak hal yang telah saya cicipi, jadinya ketika ditanya saya mahir dalam hal apa? Ya, jangan tanya, saya juga bingung.
Nah… sekarang pertanyaan berikutnya:
Saya melihat teman-teman saya pintar, tapi kok saya nggak pintar-pintar ya? Padahal kalau melihat contoh-contoh di atas, mestinya yang terjadi malah sebaliknya kan?
Ampuun deh… Ini makanya Ibu saya selalu mengatakan seperti ini:
“Jangan sampai kamu nyesal, Nak…”
Ya wong, saya itu cenderung tertarik bahkan mahir pada hal-hal yang nggak berguna. Justru di poin paling krusial malah saya nggak pandai-pandai.
Saya Jadi bingung sendiri, ‘penyakit’ saya ini mesti diapain yaa??
menjadi seperti ini 






wah itu bukan penyakit.. bakat..hahaha
jadi istilahnya kalo ditanya bisa ini-itu ya bneran bisa.. walopun cuma kulit2nya.. hehe
Jangan2 anda salah jurusan … he he he. Tapi kalau menurut saya potensi yg anda miliki seharusnya anda salurkan, pertama usahakan ke hal-hal positif dulu saja (apapun itu, yg penting ada benefit-nya buat anda, misal bikin anda happy nggak suntuk lagi dll.) kemudian anda arahkan utk hal2 yg mendukung proses pembelajaran anda (dalam arti luas, meski itu di luar bidang anda yg penting mengisi ‘soft-skill’) baru kemudian anda ‘invest’ utk yg berhubungan langsung dengan profesi anda kelak. Mudah2an bermanfaat. -Salam-
selamat pagi
saya juga suka ngupil sambil baca One Piece
terima kasih dan mohon maaf